Perlunya pendidikan politik nyata bagi rakyat
Masih tahun 2011 saat ini, akan tetapi di media telah cukup ramai mendengungkan partai dan calon pemimpin untuk negeri ini di tahun 2014 kelak. Visi dan misi berserakan di sebutkan sehingga apabila dilihat orang dan sang pembaca pun tidak lagi sempat untuk membaca apalagi mengingat dengan hapal kata demi kata yang tertulis pada misi dan misi yang ada pada partai. Karena visi dan misi yang tertulis rata-rata sama saja dan terkadang dari satu partai ke partai lainnya hanya berbeda urutan ataupun penulisan nya saja. Akan tetapi tujuan nya sama saja. Sama-sama baik dan bertujuan mulia, untuk memajukan dan men sejahterahkan kehidupan. Semua masyarakat pasti akan menyambut baik semua yang tertulis dari parti-partai tersebut yang nantinya akan mengikuti pemilu 2014.
Tidak terlalu cepat juga rasanya jika seseorang atau suatu partai menampilkan figur yang baik dan berkualitas tinggi agar nantinya di minati dan disukai masyarakat agar terpilih pada waktunya nanti. Akan tetapi kebanyakan juga nantinya jika terpilih animo masyarakat pastinya akan sama seperti sebelumnya yaitu panggung sandiwara hanya kedok belaka ketika kampanye menggembor – gemborkan ini dan itu setelah terpilih diam seribu bahasa dan tak ada kata yang dapat terucap lagi untuk masyarakat, seolah-olah tidak perlu lagi masyarakat kecil ada di sekeliling nya. Lupa dengan diri nya sebelum terpilih keliling kampung agar warga memilihnya sampai terkadang tahan pintu rumah tidak terkunci agar masyarakat bisa datang, dengan sedikit teks hapalan dari sutradara silahkan kalian datang dan berkunjung kemari karena kami adalah wakil kalian, kita ini sama dan bersaudara jadi kalian boleh datang kapan saja untuk mengemukakan keluh kesah kalian warga dan nanti setelah saya terpilih akan memperjuangkan aspirasi kalian karena saya ada karena anda. Dan bla … bla.. bla pengantar kata yang terucap…
Akan tetapi setelah terpilih nanti jangan harap warga bisa masuk rumah di depan pagar rumah aja sudah di jaga. Dan jika kita ingin bertemu banyak la alasan yang di sampaikan oleh sang ajudan. Bapak lagi rapat atau lagi keluar kota atau lagi sibuk atau alasan ini dan alasan itu. Yang intinya tidak dapat menemui warga lagi. karena sesungguhnya tidak lagi membutuhkan warga karena masa pemilihan telah berlalu.
Sebagai masyarakat hendaknya kita nantinya lebih selektif dalam memilih jangan karena masih terhitung sanak saudara, atau tetangga rekan sejawat atau kenal ataupun figur yang baik. Akan tetapi kita harus lebih dari pada itu. Agar kelak jika siapapun terpilih bisa menjadi wakil yang benar benar diinginkan rakyak, minimal seperti yang telah dijanjikan pada waktu sang calon meminta dukungan suara pada rakyat pada saat pemilihan.
Dan hendak nya pemerintah memberikan pendidikan politik pada masyarakat agar masyarakat tidak lagi kecewa dengan terpilihnya calon, seperti : bagaimana cara memilih calon yang baik, bagaimana cara agar nantinya yang dipilih dapat memberikan dan menjalankan janjinya pada masa pemilihan, bagai mana cara bila nantinya sang terpilih tidak mewujudkan janjinya pada masa pemilihan, atau kata lain omdo (omong doang).
Negara kita telah banyak pengalaman dalam pemilihan mulai dari orde lama, orde baru dan reformasi jadi pemerintah telah tau banyak dan telah banyak makan asam garam tentang pimilihan dan tau bagaimana keadaan setelah pemilihan jadi hendaknya pemerintah telah dapat mengatasi hal hal tersebut.
Peran pemerintah dalam hal pendidikan politik di negara ini sangatlah penting dimana dimasa sekarang ini dimana kepercayaan masyarakat terhadap pemilihan wakil rakyat baik di dpr ataupun kepala daerah dan negara saat ini kebayakan masyarakat menilai hanyalah formalitas dan tidak akan ada yang pro rakyat atau memihak kepentingan rakyat. Oleh karena itu perlu peran pemerintah untuk mengatasi ini. Memang hal ini tidaklah mudah. Akan banyak tantangan untuk melakukan hal yang baik terutama cemoohan orang atau yang tidak suka akan hal baik akan main belakang di depan berbakata setuju di belakang mengatakan tidakkkkkkkkkkkkkk……
Dan pemerintah dan pihak terkait dalam hal pemilihan ini harus berperan aktif sebelum mereka terpilih nantinya, seperti memberikan pendidika politik, jika perlu pemerintah mengajarkan kepada masyarakat agar siapapun yang nantinya kepingin dipilih dari suatu daerah tertentu atau secara nasional harus berani kontrak politik dengan masyarakat banyak dan hal ini tertuang dalam surat perjanjian yang di syahkan oleh pihak yang berwenang dan legal surat perjanjian tersebut dimasa masa mendatang. Hal ini beguna nantinya apabila tidak sesuai nantinya apa yang di katakan sang terpilih kita sebagai masyarakat dapat meminta pertanggung jawaban sesuai dengan perjanjian.
Untuk mencegah bila sang tepilih mengatakan masih baru duduk dan belum bisa merealiasikan semua yang telah dijanjikan atau dengan alasan ini dan itu, masyarakat harus meminta kepada calon tersebut. Point – point yang akan dilakukan selama satu tahun. Dan apabila pada tahun kedua belum juga 100% dapat di realisasikan sang terpilih dengan sendirinya wajib mengundurkan diri dari jabatannya, jika tidak masyarakat berhak untuk menuntut mundur berdasarkan surat perjanjian politik yang di tulis ini.
Pendidikan politik bagi masyarakat ini sangat penting dimana kita ketahui sebagian masyarakat di negara kita ini kurang berpendidikan dan bahkan ada yang masih tidak tahu membaca dan menulis terutama di daerah-daerah terpencil. Apalagi kepercayaan masyarakat terhadap pemilihan makin berkurang, terutama pada masa pemilihan ini terbukti dari banyaknya golput di tengah masyarakat, ini di sebabkan ketidak percayaan masyarakat akan pemilihan yang nantinya di anggap sama saja. memilih atau tidak toh sama saja hasilnya tidak akan ada dampak baiknya, terhadap masyarakat golongan kecil. Itulah yang masih terbayang di ingatan masyarakat.
Oleh karena ini perlu di berikan pendidikan politik jangan hanya memcontohkan cara memilih calon, coblos atau conteng gambar atau nomor. Akan tetapi lebih baik nya adalah memberikan contoh bagaimana merealisasikan apa yang telah di janjikan atau disampaikan.
Dan ini semua kembali lagi pada diri kita sendiri apa kita akan seperti ini terus atau kita akan melakukan sesuai dengan visi misi awal yang telah disampai kan atau kita beranggapan itukan hanya untuk formalitas agar terpilih. Hanya dari hati nurani kita lah yang dapat menjawab nya. Karena pertanggung jawaban kita akhirnya kembali ke pada sang pencipta juga.
Selengkapnya...